SELAMAT DATANG DI BLOG, BOCAH 1922. TEMPAT BERBAGI INFORMASI SEPUTAR TEKNOLOGI, INFORMASI DAN PENGETAHUAN

ARTI SABUK DALAM SH TERATE INDONESIA





1. ARTI SABUK POLOS ATAU HITAM
   Sabuk polos atau hitam secara mendasar mengandung arti bahwa siswa yg berada di tingkat polos adalah siswa yg buta atau tidak mengetahui dgn baik organisasi Persaudaraan Setia Hati Terate. Warna hitam menunjukkan warna dasar dari pakaian SH Terate sehingga warna sabuk polos dapat berarti juga siswa polos adalah siswa yg baru blajar dan baru mengenal Persaudaraan Setia Hati Terate dan tidak boleh ditunjukan kepada orang lain.
2. ARTI SABUK JAMBON
   Sabuk jambon secara mendasar mengandung maksud bahwa siswa jambon adalah siswa yg mulai mengenal SH Terate dan mengenal arah yg benar. Warna jambon mengandung arti warna keragu-raguan, jadi sifat ragu-ragu selalu ada di siswa tingkatan jambon. Dalam berbagai sumber, jambon juga mengandung maksud adalah sifat matahari yg terbit atau sifat matahari yg terbenam, yaitu sifat yg mulai mengarah ke suatu kepastian tetapi masih dalam taraf mengantung dan belum tetap wataknya. 
3. ARTI SABUK IJO/HIJAU
   Sabuk hijau secara mendasar mengandung maksud bahwa siswa hijau adalah siswa yg sudah mantap/tenang hatinya. Warna hijau mengandung arti warna keadilan dan keteguhan dalam menjalani sesuatu. Sifat inilah yg di harapkan terbentuk pada siswa hijau, dimana siswa tersebut maupun berbuat adil, mulai dididik untuk madep, karep, mantep, dengn mengutamakan ajaran SH Terate.
4. ARTI SABUK PUTIH (kecil) 
   Sabuk putih atau putih kecil adalah tingkatan siswa yg terakhir dalam latihan Persaudaraan Setia Hati Terate. Sabuk putih berarti bahwa seseorang yg telah mencapai tingkatan ini adalah orang yg telah mengerti arah yg sebenarnya dan telah mengetahui perbedaan antara benar dan salah. Pada tingkatan ini, seorang siswa akan menamatkan pelajaran SH Terate baik pelajaran olah kanuragan (beladiri) maupun pelajaran kerohanian/ke-SH-an.
Warna putih melambangkan kesucian, oleh karena itu sifat dan watak yg diharapkan dari siswa tingkat putih adalah siswa tersebut dapat bertindak berdasarkan prinsip kebenaran, dan bersikap tenang seperti air yg mengalir. Dalam suatu pepatah SH Terate disebutkan “tiniti liring, tindak ing ati”.
[Read More...]


SEJARAH PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE




PSHT didirikan pada tahun 1922 dengan nama Pencak Sport Club (PSC) oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo, beliau adalah mantan murid Ki Ngabehi Soerodwirjo (pendiri SH) yang di kecer tahun 1917.

Adanya perbedaan pandangan antara Ki Ngabehi Soerodwirjo (pendiri SH) dengan Ki Hadjar Hardjo Oetomo (murid Ki Ngabehi) inilah yang melatar belakangi berdirinya PSC.

Menurut Pandangan :

  • Ki Ngabehi Soerodwirjo : SH bukan tempat/ wadah perjuangan bangsa untuk pencapaian kemerdekaan, tetapi merupakan perkumpulan pencak silat dan tidak membedakan SARA;
  • Ki Hadjar Hardjo Oetomo : SH adalah sarana menggalang persatuan dan alat perjuangan pencapaian kemerdekaan.
Karena perbedaan tersebut maka Ki Hadjar Hardjo Oetomo keluar dari SH dan mendirikan SH yang baru/ SH muda pada 1922 dengan nama Pencak Sprort Club (PSC) dan mengadakan latihan di Pilangbango Madiun.

Jadi saat itu telah ada dua SH (SH dibawah Ki Ngabehi yang merupakan pendiri asli dan SH Muda/ PSC dibawah Ki Hadjar Hardjo Oetomo yang merupakan mantan muridnya).

Pencak Sport Club berganti nama menjadi SH Pemuda Sport Club dengan alasan untuk mengembalikan jati dirinya sebagai perguruan yang beraliran SH, selain itu juga untuk menghindari pembubaran perguruan oleh belanda karena saat itu belanda sangat melarang perkumpulan bela diri terutama yang memakai istilah pencak. Belanda khawatir dengan ramalan akan bangkitnya perjuangan rakyat Indonesia.

Hal inilah yang membuat Ki Ngabehi (pendiri SH) tidak mau menjadikan perguruanya sebagai wadah perjuangan. Beliau memiliki strategi yang lebih baik karena berpengalaman bekerja pada belanda, strategi beliau adalah menempatkan organisasi pada tempat aman (tanpa titel "wadah perjuangan") dan hanya sebagai tempat untuk melahirkan kader-kader perjuangan saja. Hal ini untuk menjaga agar mesin penghasil kader perjuangan tetap terjaga sehingga api perjuangan tidak pernah padam.

PSHT dalam perkembanganya dibesarkan oleh RM Imam Koesoepangat murid dari Muhammad Irsyad (kadhang SH-PSC) yang merupakan murid dari Ki Hadjar Hardjo Oetomo.

Pada tahun 1942 atas inisiatif S.Soerengpati (tokoh Indonesia muda) maka SH Pemuda Sport Club berganti nama menjadi Persaudaraan Setia Hati Terate hingga saat ini. Pada saat itu PSHT bersifat perguruan tanpa organisasi. Tahun 1948 atas prakarsa Soetomo Mengkoedjojo, Darsono dll mengadakan konferensi dirumah Ki Hadjar Hardjo Oetomo dan menetapkan terate diubah menjadi organisasi dengan diketuai Oetomo Mangkoewidjojo dan wakilnya Darsono.

Adapun arti yang terkandung dalam lambang PSHT antara lain:
  • Segi empat panjang bermakna perisai;
  • Dasar hitam bermakna kekal dan abadi;
  • Hati putih bertepi merah bermakna cinta kasih ada batasnya;
  • Merah melingkari hati putih bermakna berani mengatakan yang ada dihati/ kata hati;
  • Sinar bermakna jalanya hukum alam/hukum kelimpahan;
  • Bunga teratai bermakna kepribadian yang luhur;
  • Bunga teratai mekar, setengah mekar dan kuncup bermakna dalam bersaudara tidak membeda-bedakan latar belakang;
  • Senjata silat bermakna pencak silat sebagai benteng persaudaraan;
  • Garis putih tegak lurus di tengah merah bermakna berani karena benar, takut karena salah;
  • Persaudaraan Setia Hati Terate bermakna mengutamakan hubungan antar sesama yang tumbuh dari hati yang tulus, ikhlas dan bersih. Apa yang dikatakan keluar dari hati yang tulus. Kepribadian yang luhur;
  • Hati putih bertepi merah terletak ditengah-tengah lambang bermakna netral.
Adapun tingkatan-tingkatan dalam PSHT antara lain :
  • Siswa/calon saudara (latihan pencak silat dasar dari sabuk hitam, merah muda, hijau dan putih kecil);
  • Warga/ saudara SH (setelah menamatkan pencak silat dasar dan disahkan). Pada tingkat ini dibagi menjadi tingkat I (ester trap), tingkat II (twede trap), tingkat III (derde trap).
[Read More...]


AJARAN SH TERATE



Persaudaraan Setia Hati Terate atau terkenal PSHT  didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo pada tahun 1922M di Madiun yang mana sebuah organisasi beladiri yang mempunyai tujuan Inti yaitu : Mencetak manusia yang berbudi pekerti luhur yang bisa membedakan benar dan salah (Yang benar di kerjakan, yang salah berusaha dibenahi~Pen),manusia yang bertaqwa dan beriman Kepada Tuhan Yang Maha Esa dalam jalinan persaudaraan yang kekal dan abadi. Disamping itu ajaran PSHT syarat ajakan yang sangat mulia sekali dan tidak menyalahi aturan Agama maupun aturan negara.

Ajaran SH Terate paling pokok adalah senam, jurus, pasangan, sambung. Itu pokok. Di tengah itu diajari permainan toya, permainan kripen. Ora iso toyak, ora iso kripen, ora iso glati, (Tidak bisa toya, tidak bisa kripen, tidak bisa belati – pen) ndak masalah. Karena itu ajaran tambahan.

Kemudian pelajaran terakhir, latihan ousdower, peregangan, ousdower. Jadi yang di muka (senam, jurus, pasangan, sambung -pen) sudah mampu, belakang ndak apa-apa. Kalau ada waktu diajari. Baru (setelah itu – pen) siswa diajari pendidikan rohani yang dikenal dengan ke-SH-an.

Penulis Prihatin sekali karena beberapa waktu yang lalu / ditahun tahun yang lalu banyak terjadi perkelahian antara warga PSHT dengan anggota organisasi silat lainnya, bahkan kadang memojokkan dan tidak jarang menjelek jelekkan PSHT. Menurut pengamatan penulis bila kita mau melihat makna loga dalam PSHT maka disitu PSHT menginginkan anggotanya untuk menjadi orang yang baik dan anggota masyarakat yang dapat memayu hayuning bawono.

      Disini penulis akan menafsirkan makna yang tersirat di logo PSHT yang mempunyai arti ajaran adiluhung sekali.

PERSAUDARAAN. Persaudaraan mempunyai arti Persahabatan yang sangat karib seperti layaknya saudara,pertalian persahabatan layaknya pertalian saudara. Di Organisasi PSHT; bila ada anak/orang dewasa mengikuti latihan (mendapatkan ajaran dari SH mereka disatukan perasaan senasib yang layaknya saudara) sehingga timbul rasa bila ada 1 yang sakit maka yang lain akan merasakan sakit juga.

    SETIA HATI. Setia mempunyai makna  mempunyai keteguhan dalam hati ( tidak munafik). Siswa PSHT dilatih dan dididik mempunyai keteguhan hati sehingga mempunyai pendirian yang kokoh, tidak mudah goyah oleh bujuk rayu apapun sehingga setiap siswa maupun anggota PSHT (WARGA SH) bisa menjauhkan diri dari sifat-sifat munafik.

    TERATE. Terate merupakan tumbuhan air berdaun melonjong lebar, bunganya putih kadang kadang ada yang merah jambu yang mekar dimalam hari. Bunga terate bisa hidup di air yang bersih dan bisa hidup di air yang kotor namun tetap indah menawan. Mempunyai arti Siswa maupun Warga SH Terate diharapkan bisa menjadi suri tauladan yang baik bagi lingkungannya. Bila siswa /warga SH Terate hidup di daerah yang kelam (masyarakatnya senang judi, senang mabuk, senang zina,senang mencuri)maka Orang terate tersebut harus bisa menyadarkan anggota masyarakat yang sesat tadi kembali ke jalan yang benar, jangan sampai siswa/warga SH Terate malah terjerumus dilembah kekelaman juga.

    Hati putih dipagari warna merah namunn tetap bersinar;maksudnya bahwa manusia itu mempunyai sifat yang baik dan terpuji (dilambangkan hati putih), namun satu sisi manusia dibekali oleh nafsu. Disini kalau manusia mampu mengendalikan nafsunya maka diharapkan hatinya akan menjadi suci/bersih dan dapat bersinar (menjadi penerang lingkungan). Harapannya siswa /Warga SH Terate haruslah mampu menjalankan hidup yang baik dimasyarakat sehingga dia bisa menjadi penerang masyarakatnya.

    PETA MERAH PUTIH BERDIRI TEGAK; Berani karena benar takut karena salah. Merah berarti berani; sedang putih menyimbolkan kesucian.Kebernaran harus ditegakkan dengan kesucian diri. Siswa SH/Warga SH haruslah berani menegakkan kebenaran dan keadilan dimuka bumi ini namun harus dilandasi kesucian diri (tanpa pamrih/imbalan/pujian)

    MACAM-MACAM SENJATA. Orang hidup itu haruslah mempunyai pegangan/prinsip biar tidak sesat hidupnya.

      Di SH Terate juga di ajarkan Panca dasar SH Terate:

    PERSAUDARAAN

    OLAH RAGA

    KESENIAN

    BELA DIRI

    KEROHANIAN

      Bila siswa telah menyelesaikan pendidikan di PSHT (Polos,Jambon,Hijau,Putih kecil)maka dia akan disahkan menjadi warga (gelar di SH Terate setelah diwisuda) maka dia akan mengenakan sabuk Mori yang mempunyai maksud Kapanpun dan dimanapun orang SH Terate tidak boleh takut mati namun mati jangan di cari cari, hidup harus penuh amal baik dan kehati hatian. selain itu bagi Warga SH Terate yang beragama islam Mori diartikan 5 jo ono sing kari (Shadat, Sholat, Zakat,Puasa, Pergi haji bila mampu)sebagai sangu diri bila sewaktu waktu Alloh S.W.T memanggilnya alias bila mati menjemput.    
[Read More...]


FATWA PIMPINAN PUSAT SH TERATE MAS TARMADJI





Sering kita dengar perseteruan antara sh terate dan sh winongo sudah terjadi sudah lama karena perbedaan pendapat antara kedua perguruan. Mengapa harus berseteru sebenarnya kedua perguruan berasal dari satu guru yaitu ki ageng suro diwiryo.

Yang di ajarkan kepada Bapak Cor Turpijn Hardjono( pendiri sh winongo) dan Ki Hadjar Hardjo Oetomo ( pendiri sh terate ) intinya adalah sama.dalam sh winongo tujuannya adalah "Mengolah raga dan mengolah batin untuk mencapai keluhuran budi guna mendapatkan kesempurnaan hidup, kebahagiaan dan kesejahteraan lahir – batin di dunia dan di akhirat” Dalam sh terate tujuannya adalah "mendidik manusia yang berbudi luhur tahu benar dan salah serta ikut Memayu Hayuning Bawono"

Berikut ini Fatwa Pimpinan Pusat SH TERATE yang saya kutip dari lawupos.net

Assalamualaikum wr wb.
Adik-adik Siswa, Calon Warga Baru dan Warga SH Terate yang saya cintai
Saudara Ketua Cabang SH Terate di seluruh pelosok tanah air dan saudara-saudaraku Keluarga Besar SH Terate yang saya sayangi.
Puji syukur, mari kita panjatkan kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa. Sebab, malam hari ini Allah masih menganugerahkan hidayah berupa iman dan jalinan kasih sayang di dalam jiwa kita. Dengan hidayah itu pula,   malam ini  kita bisa berkumpul di sini dalam rangka menyambut kehadiran tahun baru 1423 hijriyah, penuh nuansa persaudaraan. Di dalam Keluarga Besar Setia Hati Terate, acara ini merupakan tradisi tahunan yang disebut sebagai Malam Tirakatan 1 Suro.
Acara ini sekaligus juga kami format sebagai acara Ulang Tahun SH Terate, sebagaimana kesepakatan yang telah kita ikrarkan bersama, bahwa 1 Suro adalah Hari Kelahiran SH Terate. Tujuannya, setiap Ulang Tahun SH Terate, selalu ditirakati dan didoakan tidak saja oleh Keluarga Besar SH Terate, tapi juga oleh seluruh penduduk di muka bumi ini.
Ucapan terimakasih selayaknya kita haturkan kepada perintis, pendiri dan tokoh SH Terate yang dengan penuh keikhlasan dan kasih sayang telah mendidik kita mengenal ajaran budi luhur, tahu benar dan salah, beriman, dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, sebagaimana tujuan SH Terate. Untuk menghargai jasa mereka, sudah sepatutnya, malam hari ini kita berdoa, semoga arwah beliau diampuni dosa-dosanya dan ditempatkan di tempat yang mulia, di sisi Allah.Amin.
Saudaraku, Keluarga Besar SH Terate yang saya cintai.
Mamasuki tahun baru 1433 Hijriah, bertepatan dengan tahun 2012 Masehi, tanpa terasa usia kita semakin bertambah.Konsekuensi dari bertambahnya usia kita itu, maka kesempatan atau peluang hidup kita di muka bumi ini semakin berkurang. Menyadari kian terbatasnya ruang dan waktu kita untuk hidup di muka bumi ini, saya sebagai Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun, menghimbau, jadikan malam 1 Suro atau 1 Muharam ini sebagai malam evaluasi diri, malam tirakatan atau mesu budi dalam pranatan kesucian batin.
Sebab, hanya dengan kesucian batin itu, kita bisa lebih intens mendekat kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Dan dengan kesucian batin itu pula, yakinlah, Allah akan senantiasa menjaga diri kita dan memayungi kehidpan kita dengan hidayah, rakhmat, keselamatan, kedamaian dan kesentosaan. (Sapa sing suci adoh bebaya pati)
Sebaik baik kehidupan manusia di muka bumi ini adalah manusia yang mengerti dan bermanfaat bagi kehidupan sesama (ngerti dharmaning sasami). Sebaik-baik manusia adalah manusia yang bertambah umur, justru semakin dibutuhkan dan diperhitungkan orang lain. Menuju tataran itu, di malam yang penuh berkah ini, mari kita bersama sama meningkatkan kualitas batiniyah. Kembali ke jati diri SH Terate. Yakni, sebagai manusia  yang cinta paseduluran (persaudaraan), berbudi luhur tahu benar dan salah, berwatak kesatria, sederhana dan setiap saat siap ambil peranan dalam proses mamayu hayuning bawana (menjaga kelestarian dan kedamaian kehidupan di muka bumi).
Saudaraku, Keluarga Besar SH Terate yang saya cintai
Parlu disadari, kini tugas kita dalam mengemban amanat budi luhur bukannya semakin ringan. Tantangan yang berasal dari dalam maupun luar SH Terate terpampang di depan mata. Gesekan antar kepentingan dan pergeseran nilai di tengah ketatnya persaingan global, menjadi pemicu timbulnya ketidakharmonisan.
Mencermati kondisi semacam ini, sangat dibutuhkan kesadaran dan kedisiplinan tinggi untuk bersama-sama menjaga harkat dan martabat SH Terate. Karena itu, dilandasi rasa persaudaran, saya minta saudara lebih arif dalam menyikapi persoalan yang muncul ke permukaan. Buang jauh-jauh sikap arogansi dari dalam diri kita, dan dengan hati yang suci, renungkan dan amalkan ajaran budi luhur di tengah tengah lingkungan dan masyarakat luas.
Persaudaraan yang selama ini kita agung-agungkan adalah persaudaraan sejati. Persaudaraan yang berangkat dari kesucian hati untuk saling sayang – menyayangi, saling cinta mencintai dan bertanggung jawab. Memegang teguh konsepsi ini, sudah sepatutnya kita kedepankan sikap santun, mengedepankan kepentingan masyarakat dan mudah memaafkan kesalahan orang lain (gung samodra pangaksami). Dengan mengedepankan keluhuran budi semacam itu pula, citra dan martabat SH Terate tetap terjaga dan di manapun tempatnya, akan diterima masyarakat.
Satu jalinan rasa yang didasari rasa asah, asih asuh (saling sayang menyayangi, hormat menghormati dan bertanggung jawab). Persaudaraan yang tidak memandang siapa aku dan siapa kamu, tidak dilandasi hegemoni keduniawian, seperti drajat, pangkat dan martabat, Persaudaraan yang terbebas dari perbedaan suku, ras, agama dan antargolongan.
Saudaraku, Keluarga Besar SH Terate yang saya banggakan
SH Terate dulu didirikan oleh Ki Hadjar Hardjo Oetomo. Beliau adalah salah seorang pejuang perintis Kemerdekaan RI. Dari waktu ke waktu, hidupnya selalu diperuntukkan membantu kaum yang lemah dan terjajah. Bahkan, beliau rela berkorban memperjuangkan harkat dan martabat negeri tercinta ini. Beliau pantang menyerah dalam membela kebenaran meskipun harus ditebus hidup di penjara Pemerintah Kolonial Belanda, bertahun-tahun lamanya.
Perjalanan hidup beliau itu, merupakan pelajaran berharga yang patut kita teladani. Ajaran yang diwariskan kepada kita adalah moralitas dan jiwa pendekar. Yakni, seorang ksatria yang berbudi luhur.
Saya tegaskan sekali lagi, buang jauh-jauh sikap arogansi, sombong dan suka pamer kadigdayan di depan orang lain. Sebab sikap itu, bukanlah sikap seorang pendekar berjiwa ksatria. Sikap negatif seperti itu justru akan menurunkan citra perjuangan beliau dan menodai harkat dan martabat SH Terate.
Bersikaplah penuh kesederhanaan dan terus berkarya untuk kebaikan sesama, hingga keberadaan SH Terate, kapan dan di manapun, membuat masyarakat tentram dan terlindungi. (Ojo sok gawe ala ing liyan, apa alane gawe seneng ing lilyan).
Saya dalam kesempatan ini juga perlu mengingatkan kepada saudara saudaraku, Keluarga Besar SH Terate, bahwa segala bentuk tantangan dan rintangan itu pada hakikatnya bukan berada di luar diri kita. Tapi ada di dalam diri kita sendiri. Sebab, musuh terbesar umat manusia adalah dirinya sendiri. Hawa nafsunya sendiri. Dalam priambole SH Terate dikatakan “dalam pada itu SETIA HATI sadar dan yakin bahwa sebab utama dari segala rintangan dan malapetaka serta lawan kebenaran hidup yang sesungguhnya bulanlah insan, makhluk atau kekuatan yang di luar dirinya.”
Terakhir, Alhamdulillah, malam ini sampailah kita di awal tahun 1434 H. Tahun yang dimulai dengan bulan Muharram atau bulan Suro. Bulan penuh rakhmat, tantangan, barokah sekaligus mukzizat. Juga, bulan penuh kemenangan yang diberikan Tuhan kepada nabi panutan umat manusia.
Sejarah mencatat, nabi-nabi besar panutan umat terlepas dari ‘bala” atau bencana yang bersumber atas tragedi kemanusiaan, di bulan Muharram atau bulan Suro. Merevitalisasi momen ini, saya menghimbau kepada Ketua Cabang SH Terate di seluruh tanah air agar tidak menggelar acara pengesahan warga baru tapat pada tanggal 1 Suro ( Muharam) dan 10 Suro. Ibaratnya, tanggal 1 sampai dengan 9 Suro kita jadikan hari-hari dan malam-malam  mesu budi, diisi dengan laku tirakat. Sedangkan pada malam 10 Suro, kita ambil sebagai malam tasyakuran. Sebab, di malam 10 Suro, atau 10 Muharram, Allah telah menurunkan  mukjizat kepada nabi dan rasul panutan umat, sehingga beliau dan umatnya terlepas dari bencana.
Akhirnya, sebelum mengakhiri fatwa saya, mari kita bersama-sama bersemboyan.
SELAMA MATAHARI MASIH BERSINAR, SELAMA BUMI MASIH
DIHUNI MANUSIA, SELAMA ITU PULA SH TERATE,  TETAP JAYA, KEKAL ABADI, SELAMA-LAMANYA.
Wassalamualaikum  Wr  Wb
Madiun, 1 Muharram 1434 Hijriyah/15 Nopember 2012
Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun
H. TARMADJI BOEDI HARSONO,S.E
DOA MUHARRAM
KETUA UMUM SH TERATE PUSAT MADIUN
Bismillahirrohmaa Nirrohim.
Ya Allah, Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Tuhan yang mempunyai kerajaan. Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau beri rejeki kepada siapa pun yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.
Ya Allah, Tuhanku, patut bagi-Mu gambaran yang bagus dan penghormatan yang tertinggi. Apabila hasrat diarahkan kepada-Mu, Engkau adalah yang terbaik untuk dihasrati. Apabila harapan diletakkan kepada-Mu, Engkau adalah yang termulia untuk diharapi.
Ya Allah, Tuhanku, Engkau telah menganugerahi hamba kekuatan sehingga hamba tidak memuja siapa pun selain Engkau, dan hamba tidak memuji siapa pun selain Engkau. Hamba tidak mengarahkan pujian hamba kepada yang lain, yang merupakan sumber-sumber kekecewaan dan pusat-pusat keraguan. Engkau telah menjauhkan lidah hamba dari memuji manusia dan memuji makhluk-makhluk yang diciptakan dan dipelihara.
Ya Tuhanku, setiap pemuji mempunyai hak akan ganjaran dan imbalan pada siapa yang dipujinya. Sesungguhnya hamba telah berpaling kepada-Mu dengan mata hamba pada perbendaharaan rahmat-Mu dan khazanah keampunan.
Ya Tuhanku, di sini berdiri orang yang telah mengesakan Engkau dengan keesaan yang menjadi hak-Mu, dan yang tidak memandang siapa pun yang patut akan pujian dan pujaan ini selain Engkau. Keinginan hamba kepada-Mu adalah sedemikian sehingga tiada selain kemurahan-Mu yang dapat memenuhi kekurangannya, dan tidak ada yang memberikan kebutuhannya kecuali kekusaan dan kemurahan-Mu. Maka karuniakanlah kami di tempat ini kehendak-Mu dan bebaskan kami dari menadahkan tangan pada siapa pun selain Engkau. Sesungguhnya Engkau Mahakuasa atas segala sesuatu
Demi Allah, Tuhan yang roh seisi langit dan bumi ada dalam genggaman tanganMu. Malam ini, kami dan saudara-saudara kami Keluarga Besar Setia Hati Terate bermunajat kepadamu. Karena kami yakin, hanya kepadaMu kami menyembah dan kepadaMu juga kami memohon pertolongan.
Wahai Penguasa Alam, dan Penguasa Langit serta Kerajaan Yang Agung. Di hadapan-Mu kami tak lagi punya apa-apa. Yang kami punya malam ini, hanya doa untuk memohon kepada-Mu. Karena itu, kami dan saudara kami Keluarga Besar SH Terate memohon padaMu. Ampunilah dosa-dosa kami. Dosa-dosa ibu-bapak kami. Dosa-dosa guru kami, leluhur kami dan khususnya dosa-dosa pendiri SH Terate serta dosa-dosa saudara-saudara kami yang telah ikut berdharma mengajarkan budi luhur lewat organisasi SH Terate yang Engkau ridloi.
Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat, sehingga kami tak sanggup memikulnya. Bari kami maaf, ampuni dosa kami, dan rakhmatilah kami.
Ya Allah, Tuhan Yang Mampu mengekalkan rasa persaudaraan dalam jiwa.Kami yakin, persaudaraan yang kami bina dalam SH Terate ini tidak akan langgeng tanpa ridlomu. Karena itu, kami mohon kepadamu, kekalkanlah rasa persaudaraan di antara kami. Sehingga, kami tetap guyup dalam kerukunan dan rukun dalam keguyuban atas lindungan dan petunjukMu.
Ya Allah, Tuhan Yang Roh kami dan saudara-saudara kami ada di dalam genggaman tangan-Mu. Jangan jadikan kami kaum yang bercerai berai.
Hindarkan kami dan saudara-saudara kami dari fitnah, sombong, iri, dengki, dakwen dan salah open.
Ya Allah, Dzat Pemilik Cahaya Kasih. Berikanlah kemampuan kepada kami untuk membedakan antara yang haq dan yang batil. Beri kami kekuatan untuk mengatakan yang benar adalah semata-mata kebenaran dariMu dan yang salah semata-mata kesalahan dan kekhilafan kami.
Berkahilah jalinan persaudaraan kami ini dengan ilmu yang membawa barokah, dharma yang membuahkan rakhmat dan petunjuk yang menuntun kami dan saudara-daudara kami ke jalan yang Engkau Ridloi.
Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa api neraka. Kami yakin, segala kekuatan dan kesaktian yang ada di muka bumi ini semata-mata hanya kekuatan dan kesaktian dariMu. Ya, Allah, kabulkanlah doa kami dan saudara-saudara kami ini.Segala puji bagiMU, Ya Allah, Tuhan Alam Semesta. Amin.
Ya Allah, Tuhanku, izinkan kami bersemboyan:
SELAMA MATAHARI MASIH BERSINAR, SELAMA BUMI MASIH
DIHUNI MANUSIA, SELAMA ITU PULA SH TERATE,  TETAP JAYA, KEKAL ABADI, SELAMA-LAMANYA.
Madiun, 1 Muharram 1434 Hijriyah/15 Nopember 2012
Ketua Umum SH Terate Pusat Madiun
H. TARMADJI BOEDI HARSONO,S.E

[Read More...]


JIWA DAN FALSAFAH WARGA SH TERATE



SETIA HATI TERATE 
Manusia dapat dihancurkan..
Manusia dapat dimatikan..
tetapi manusia tidak dapat dikalahkan..
selama manusia itu masih setia pada dirinya sendiri..
atau ber SH pada dirinya sendiri..

Bahwa sesungguhnya hakekat hidup itu berkembang menurut kodrat iramanya masing-masing menuju kesempurnaan; demikian pun kehidupan manusia sebagai mahkluk Tuhan yang terutama, hendak menuju keabadian kembali kepada causa prima titik tolak segala sesuatu yang ada, melalui tingkat ke tingkat namun tidak setiap insan menyadari bahwa apa yang dikejar-kejar itu telah tersimpan menyelinap di lubuk hati nuraninya. SETIA HATI sadar menyakini akan hakiki hayati itu dan akan mengajak serta para warganya menyingkap tabir/tirai selubung hati nurani dimana “SANG MUTIARA HIDUP” bertahta. Pencak silat salah satu ajaran SETIA HATI dalam tingkat pertama berintikan seni olah raga yang mengandung unsur pebelaan diri untuk mempertahankan kehormatan, keselamatan dan kebahagiaan dari kebenaran terhadap setiap penyerang; dalam pada itu SETIA HATI sadar dan yakin bahwa sebab utama dari segala rintangan dan malapetaka serta lawan dari kebenaran hidup yang sesungguhnya bukanlah insan, mahkluk atau kekuatan yang diluar dirinya; Oleh karena itu pencak silat hanyalah suatu syarat untuk mempertebal kepercayaan kepada diri sendiri dan mengenal diri pribadi Maka SETIA HATI pada hekekatnya tanpa mengingkari segala martabat-martabat keduniawian, tindak kandas/tenggelam pada jajaran Pencak Silat sebagai pendidikan ketubuhan saja, melainkan lebih menyelami kedalam lambang pendidikan kejiawaan untuk memiliki sejauh-jauh kepuasan hidup abadi lepas dari pengaruh rangka dan suasana. Sekedar syarat bentuk lahir, disusunlah Organisasi dalam rangka “Persaudaraan Setia Hati Terate”, sebagai ikatan antara saudara “SETIA HATI” (SH) dan lembaga yang bergawai sebagai pembawa dan pemancar cita.
[Read More...]


 
Return to top of page Copyright © 2014 | White Theme Blog by Bocah 1922