SELAMAT DATANG DI BLOG, BOCAH 1922. TEMPAT BERBAGI INFORMASI SEPUTAR TEKNOLOGI, INFORMASI DAN PENGETAHUAN

HATI DAN CINTA



kau yang telah ada di hatiku
yang selalu bisa membuatku merasakan
indahnya cinta yang telah tercipta

kini kurasakan betapa ku yang mencintai mu
selalu menyayangi mu,mengasihimu
mendambakanmu,,,

indahnya cinta yang kau beri
membuatku tak merasa sepi
kau yang selalu hadir dalam hariku tuk
mencintaiku..

nikmatnya cinta bagai surga seperti itulah
yang kurasa...
aku yakin bisa bahwa cinta kita kan kekal
selamanya.....


[Read More...]


PUISI BEBAS: Jatuh Cinta Lalu Mati



Jatuh Cinta Lalu Mati
Tanah berumput lembut
Kirana. Jiwaku duduk berdiang
Melepas jumud dan kusut
Celaka. Hatiku enggan tuk tenang
Intim. Malam limabelas
Wajah itu semakin jelas
Kinasih. Cintaku terhempas
Khianat kejam merampas
Nafsu. Menggumam hentak – hentak
Menindas jantungku berontak
Cahaya. Lumpuh sebelum hari sepuluh
Aku hanya mampu mengeluh
Aku ingin seperti mereka
Ajaib. Lelaki itu kuat tiada tara
Meski titah cinta seberat buana
Asa. Pundak bergetar jiwa bahagia
Ia merasa teramat indah
Gila. Dalam bahagia transendental
Ia sudah tidak di tanah
Raja. Daulat cinta kekal nan sakral
Egois. Sungguh aku belum bernyali
Jatuh cinta lalu mati
Hedonis. Sungguh aku belum terkendali
Jatuh bangun takluk syahwati
(Kita bukan petualang cinta.
Satu cinta untuk seribu. Fana
Kita adalah pejuang cinta.
Seribu cinta untuk satu. Baka)
Rumi*. Jalan para nabi adalah jalan cinta
Kita adalah anak – anak cinta
Dan cinta adalah ibu kita
*Syeikh Jalaluddin Rumi
[Read More...]


PUISI UMUM: TARIAN SENJA



TARIAN SENJA
     Aku menari di lorong waktu
     Bersama kenangan-kenangan semu
Sayangku, Aku merindukanmu
Berharap dapat kembali ke masa lalu
              Bilakah Aku dapat bermimpi
              Sayang, Aku ingin kau kembali
      Kini, Aku sendiri
      Menari sendiri, bernyanyi sendiri
      Menagis sendiri
Pemandangan langit senja terlihat bagai puisi
Begitu sepi, sunyi
Dan Aku tahu, Kau tak disini
Kau telah berlari, pergi
blue_sunset-wide                    Orang – orang yak tak kukenal berbicara
                    Bagai warna – warna yang ingin berbahasa
     Desir angin pun bercerita
     Di kota kita
     Yang tua dan terlena dalam mimpinya
          Sayang Aku masih menari
          Sendiri
          Diiringi denting lonceng para peri
Walau perih, sepi
Dadaku sesak, namun biar kulewati
Alunan waktu yang bagai gema
Menunggu untuk bersuara -
[Read More...]


 
Return to top of page Copyright © 2014 | White Theme Blog by Bocah 1922