SELAMAT DATANG DI BLOG, BOCAH 1922. TEMPAT BERBAGI INFORMASI SEPUTAR TEKNOLOGI, INFORMASI DAN PENGETAHUAN

PUISI BEBAS: Jatuh Cinta Lalu Mati



Jatuh Cinta Lalu Mati
Tanah berumput lembut
Kirana. Jiwaku duduk berdiang
Melepas jumud dan kusut
Celaka. Hatiku enggan tuk tenang
Intim. Malam limabelas
Wajah itu semakin jelas
Kinasih. Cintaku terhempas
Khianat kejam merampas
Nafsu. Menggumam hentak – hentak
Menindas jantungku berontak
Cahaya. Lumpuh sebelum hari sepuluh
Aku hanya mampu mengeluh
Aku ingin seperti mereka
Ajaib. Lelaki itu kuat tiada tara
Meski titah cinta seberat buana
Asa. Pundak bergetar jiwa bahagia
Ia merasa teramat indah
Gila. Dalam bahagia transendental
Ia sudah tidak di tanah
Raja. Daulat cinta kekal nan sakral
Egois. Sungguh aku belum bernyali
Jatuh cinta lalu mati
Hedonis. Sungguh aku belum terkendali
Jatuh bangun takluk syahwati
(Kita bukan petualang cinta.
Satu cinta untuk seribu. Fana
Kita adalah pejuang cinta.
Seribu cinta untuk satu. Baka)
Rumi*. Jalan para nabi adalah jalan cinta
Kita adalah anak – anak cinta
Dan cinta adalah ibu kita
*Syeikh Jalaluddin Rumi
[Read More...]


PUISI UMUM: TARIAN SENJA



TARIAN SENJA
     Aku menari di lorong waktu
     Bersama kenangan-kenangan semu
Sayangku, Aku merindukanmu
Berharap dapat kembali ke masa lalu
              Bilakah Aku dapat bermimpi
              Sayang, Aku ingin kau kembali
      Kini, Aku sendiri
      Menari sendiri, bernyanyi sendiri
      Menagis sendiri
Pemandangan langit senja terlihat bagai puisi
Begitu sepi, sunyi
Dan Aku tahu, Kau tak disini
Kau telah berlari, pergi
blue_sunset-wide                    Orang – orang yak tak kukenal berbicara
                    Bagai warna – warna yang ingin berbahasa
     Desir angin pun bercerita
     Di kota kita
     Yang tua dan terlena dalam mimpinya
          Sayang Aku masih menari
          Sendiri
          Diiringi denting lonceng para peri
Walau perih, sepi
Dadaku sesak, namun biar kulewati
Alunan waktu yang bagai gema
Menunggu untuk bersuara -
[Read More...]


PUISI ISLAM: ASMAUL HUSNA



puisi-islam


Ya Allah Ya Rahman
Engkau Maha Pengasih dan Engkau Maha Penyayang
Engkau yang Maha Mendengar dan Engkau yang Maha Melihat
Engkau yang tak dapat tertangkap oleh mata
Engkau yang tak terdengar oleh telinga
Namun Engkau lebih dekat dari nadi yang ada pada leher kami

Engkau yang tak teraba oleh tanah
Tapi Engkau yang menghamparkan bumi
Meninggikan lahan hutan tanpa kaku
Menaburkan bintang-bintang di angkasa

Ya Allah yang Maha Perkasa
Engkau yang menggenggam kekuatan alam raya
Yang menundukan matahari dan bulan
Dan matahari bersinar dengan Nur-Mu, dengan cahaya-Mu

Ya Allah ya Rahman
Engkau yang menumbuhkan air dari dalam bumi
Yang memberikan makanan dari tumbuh-tumbuhan yang kami makan
Bunga-bunga yang harum mewangi
Buah-buahan yang kami makan
Semua milikmu ya Allah yang Maha Tinggi

Ya Allah yang menciptakan kami dari ketiadaan
Yang menciptakan kami dari setetes air yang hina
Yang menghidupkan kami dari kehampaan
Yang menciptakan kedua belah mata kami yang dengan itu kami melihat
Yang menciptakan kedua belah telinga kami yang dengan itu kami mendengar
Yang menghidupkan mata hati kami yang dengan itu kami merasa

  
Ya Allah Engkau Tuhan pemilik langit dan bumi
Kami tiada hanya Engkau pemilik alam semesta raya
Kami bersaksi bahwa tiada Tuhan kecuali Engkau
Kami bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Engkau

Kami beriman kepada-Mu
Kepada Nabi-Mu, kepada Malaikat-Mu, kepada Rasul-Mu kepada semua keputusan-Mu

Ya Allah Ya Rahman,
Hidupkan Nur di hati kami
Berikan cahaya di hati kami
Hingga kami mampu melihat kegelapan dunia
Untuk melihat wajah Nur-Mu yang Maha Agung
Hingga kemanapun kami menghadap kami melihat Nur-Mu, cahaya Asmaul Husna-Mu

Ya Allah ya Rahman
Engkau yang memberikan petunjuk kepada kami
Tanpa petunjuk-Mu kami tersesat
Tanpa petunjuk-Mu kami hina
Maka tuntutlah kata-kata kami, lisan kami, perbuatan kami, pikiran kami
Karena Engkau ya Shomad tempat kami bergantung


Ya Allah ya Rahman
Kami sadar bahwa kami hanyalah Hamba-Mu di muka bumi ini
Kami merasa bahagia Engkau telah menjadi Tuhan kami
Engkau dambaan hati kami

Kami Hamba-Mu dan kami bangga menjadi Hamba-Mu
Kami bersyukur karena kami pernah Engkau ciptakan
Kami bersyukur karena Engkau berikan kami rahmat
Kami mengenal Asmaul Husna-Mu
[Read More...]


Puisi islami: Bening Kalbu



Puisi merupakan kata-kata indah yang memang nikmat untuk didengarkan bagi orang yang mau membacanya

Bening Kalbu

Ketika Tuhan memberikan apa yang kita butuhkan,
sebelumnya Diapun telah memilihnya.
Bukan seperti apa yang kita inginkan,
sebab pilihan Tuhan tidak pernah salah buat kita.
Lalu seorang lelaki datang meminta matahari,
katanya :
Buatlah jalanku terang sampai kenegri seberang.
Sementara Tuhan hanya memberinya sebuah lilin,namun juga belum menyala.
Kemudian datanglah lagi perempuan dengan air mata berserakan.
Buatlah aku tersenyum
dan lenyapkanlah segala kekecewaanku.
Namun dia hanya mendengar hati yang terus memanggil ;
Bacalah aku perlahan dan hikmat.
Dan siapa lagi yang hendak datang pada-NYA,maka berulang kali dia akan bertambah kuat untuk berani jatuh.
Meski hingga kau merangkak,
tetaplah datang pada-NYA. Niscaya kau akan menemukan dirimu yang sesungguhnya berlari penuh suka cita dan jauh dari ketiadaan.
[Read More...]


PUISI ISLAMI: Puisi Cinta Islami



Puisi Cinta Islamikata-kata yang berbentuk puisi menjadikan puisi sebagai pelantara curahan hati yang bergejolak di dalam sanubari dan merangkum kejadian demi kejadian seseorang dalam sebuah untaian puisi, namun tidak menghilangkan sebuah arti dari apa yang telah  terjadi. Banyaknya hal yang terkandung dalam sebuah arti menjadikan hati penuh cinta yang memandang segala sesuatunya dengan secara islami.
selamat menikmati :

Puisi Cinta Islami


Kerudung Putih
Berjalan ku menyusuri tanah
Ku tatap karya tuhan yang indah
Ucap syukur lidah yang basah
Merenung berampar sejadah
Dunia menua seakan sudah goyah
Ku terus berjalan tanpa arah
Reretan mata menatap kebawah
Kerudung putih berbalik tiada arah
Ku hiasi malam dengan pilihan
Pilihan atas sebuah ketentuan
Ketentuan takdir akan sebuah jodoh
Kulakukan Shalat istikhoroh
[Read More...]


PUISI ISLAM: Cinta Allah





Puisi Islam Cinta Allah

Cinta Allah


Tuhan
Kau tiupkan kehidupan pada rahim sang Ibu
Kau tancapkan kasih dan sayang-mu
Hangat cinta kau curahkan
Belai kasih kau tanamkan
Fitrah suci tanpa noda
Bertempat dunia fana
Akal yang kau titipkan
Membuka tabir kehidupan
Ku cari dan ku gali
Pemberi ni’mat sejati
Ku puja dan ku sembah
Engkaulah sang pemberi anugrah
Oh Tuhan
Keridloan-mu
Itulah tujuan perjalananku
Menapaki jejak takdirmu
Itulah pengorbananku
[Read More...]


 
Return to top of page Copyright © 2014 | White Theme Blog by Bocah 1922