SELAMAT DATANG DI BLOG, BOCAH 1922. TEMPAT BERBAGI INFORMASI SEPUTAR TEKNOLOGI, INFORMASI DAN PENGETAHUAN

UBAH PENGAPIAN PLATINA CB 100 MENJADI CDI



Pengapian sistem platina merupakan pengapian konvensional. Terkadang karena tidak mau repot melakukan penyetelan, alasan sparepart dan lain sebagainya, penggemar motor kuno melakukan perombakan dari sistem pengapian platina menjadi sistem pengapian CDI (capasitor Discharge Injection).

Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan :

1.     Pahami tipe pengapian platina tersebut termasuk tipe AC ataupun Tipe DC

2.    Untuk sistem pengapian platina AC maka gunakan CDI AC, begitu pula untuk mengapian DC, maka gunakan CDI DC, walaupun bisa ditukar dalam hal aplikasinya dengan berbagai penyesuaian.

BEDA SISTEM PENGAPIAN AC DAN DC

Mengetahui jenis pengapian sepeda motor sangat penting untuk melakukan perbaikan kelistrikan maupun menerapkan berbagai aplikasi pendukung kelistrikan semisal kunci rahasia, alarm dan pekerjaan penting lainnya. Selain itu, dengan mengetahui seluk beluk pengapian sepeda motor akan lebih mudah melakukan trouble shooting atau analisa kerusakan.

Kurangnya pengetahuan tentang jenis pengapian bisa berakibat fatal terhadap proses perbaikan, analisa kerusakan bahkan terhadap keselamatan kerja. Adapun untuk pemasangan aplikasi yang lain semisal pemasangan kunci rahasia dan alarm justru bisa merusak salah satu komponen system pengapian itu sendiri maupun komponen yang akan di aplikasi. Untuk itu disini kami paparkan perbedaan signifikan terkait jenis pengapian AC dan pengapian DC


Pengapian AC

Pengapian DC

Tidak ada sekering pengapian

Ada sekering pengapian

Suplay arus didapat dari spull CDI

Suplay arus didapat dari aki

Kabel kunci kontak lebih dari 2 kabel

Kabel kunci kontak kebanyakan 2 kabel

Contoh kendaraan : grand, supra, tiger, prima, f1Z, RX King dll.

Contoh kendaraan : shogun, thunder, megapro, supra 125 dll


3.    Pastikan kriteria tahanan spul yang masuk baik itu spul CDI (source coil), panjang trigger dan tahanan pulser sesuai degan yang dibutuhkan oleh CDI yang akan diaplikasikan.

4.    Pahami jarak antara trigger dan pulser antara 0,5mm-0,6mm. jangan terlalu jauh atau nempel, apabila terlalu jauh maka sinyal yang dihasilkan ke SCR (silicon control rectifier) kurang signifikan, apabila terlalu dekat justru akan merusak trigger maupun pulser karena bergesekan.

5.   Triger bisa dibuat sendiri dengan dilas atau menempelkan plat yang dipotong disesuaikan dengan panjang bawaan kebutuhan CDI yang diaplikasikan. (pedoman pemasangan lihat gambar)


  

6.    Pahami saat terjadinya pengapian platina maupun CDI, Pada platina terjadi saat platina membuka dan terjadi saat tanda F, saat itulah busi memercikkan api, adapun pada CDI saat busi memercikkan api terjadi saat ujung trigger bagian belakang bertemu dengan pulser dan terjadi pada saat tanda F juga.( khusus yang ini masih bersifat perkiraan dan pendekatan tapi bisa dijadikan acuan dan diakali dengan sistem pulser geser untuk mendapatkan F yang tepat)

Sebelum mengaplikasikan hal-hal diatas ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

1.     Pahami dulu sistem kerja platina maupun CDI, nama dan fungsi masing masing komponen.

2.   Ukur tahanan Source coil (spul CDI) yang akan diaplikasikan misalkan pake CDI Honda grand, source coi (spul CDI) harus sesuai standar grand dan spul lama yang masih sistem platina disesuaikan dan dispul ulang sesuai standar spul CDI Honda grand, bisa menggunakan kawat email ukuran 0,12-0,15 mm kalo belum bisa bawa ke tukang spul saja tahu beres. Adapun pulser bisa langsung dipasang dengan disesuaikan saat pengapian.

3.    Membuat Trigger bisa dilas atau memotong plat besi kemudian dilem besi di magnet atau dibuatkan dudukan terlebih dahulu di as poros pembuka platina dan disesuaikan panjangnya trigger pada motor sesuai CDI yang akan diaplikasikan. (pent: model pemasangan platina ada yang dipasang di silinder head contoh CB 100 dan Honda GL 100, ada juga model platina yang dipasang di blok magnet contoh: Honda super cup, dan Honda 70, aplikasi trigger dan pulser juga disekitar situ)

4.     Ada alat agar akurat penyetelan saat pengapianya yaitu dengan timing light, tapi jika paham sistem kerja dan bisa kerja dengan presisi, tanpa alat itupun bisa.

 “Menjadi mekanik spesialis kelistrikan

1.     Kesalahan modifikasi alternator untuk source coil pengisi CDI berakibat pada kinerja source coil lampu penerangan dan source coil pengisian batere sehingga perlu ketepatan pemotongan email dan penyambungan instalasinya.

2.     Beberapa jenis CDI DC tidak dapat berfungsi dengan baik tanpa batere.

3.   Koil pengapian untuk sistem pengapian CD memiliki spesifikasi yang berbeda dengan coil pengapian untuk sistem platina. Meskipun pada praktiknya dapat digunakan tetapi hasilnya akan lebih optimal jika koil pengapian merupakan bagian yang diikutsertakan.

4.     CDI tanpa pulser tidak cocok dipasang pada mesin empat tak, terlebih jika magnet flywheel dengan enam keping. Hal ini akan menyebabkan detonasi dan pre ignition.

5.     Jika saat pengapian tidak tepat, geserlah nok atau dudukan pulser sejauh eror yang terbaca

6.     Tendangan balik pedal kick starter ketika ditekan menunjukkan saat pengapian terlalu awal.

7.    Putaran mesin meletup-letup pada putaran tinggi atau mesin mati saat throttle dibuka/aselerasi menunjukkan bahwa saat pengapian yang terlalu mundur.


Dari pilihan CDI, ada tiga macam yang bisa diaplikasi. Meniru milik Suzuki Tornado atau RGR150, Honda Supra X dan Suzuki Shogun 110.


Pake CDI Suzuki Tornado

“Paling sederhana pakai CDI Suzuki Tornado karena kabelnya cuma tiga dari sepul, massa dan koil,” buka Sutrisno, mekanik Wenk Blozack di Jl. Moh Kahfi II/14, Jagakarsa, Jakarat Selatan.

Tentunya sepul pengapian perlu digulung ulang dengan kawat 0,15 mm. Meski gampang dipasang dan murah (total belanja Rp 150 ribu) karena tanpa pulser, CDI Tornado atau RGR kurang sip di kitiran atas. Doyan mbrebet, Bro! Atau kadang bagus. Namun ada kasus kerap boros busi.


Rubah ke kelistrikan Honda Supra

Silakan jajal pasang CDI Supra X yang jago dari rpm bawah hingga atas. Ada lima kabel dari soket, yaitu sepul, pulser, massa, kontak dan koil. Tetap pakai magnet asli CB100 dan spul digulung ulang kawat 0,15 mm. Syaratnya mekanik harus pasang pulser di sisi dalam crankcase kiri.

Pilih pulser yang memang didesain buat terendam oli. Seperti punya GL Pro Neo Tech, Tiger dan Shogun 110 biar awet.

Pasangan pulser adalah pick-up coil yang menempel di bilah kruk as sisi magnet. Proses bikin tonjolan dengan las listrik lalu dibentuk gerinda, derajat pemicu pulser bisa dibikin sesuai selera. Mau dibikin galak di rpm atas atau gampang distarter, semua bisa.

Ubahan ini memakan biaya sekitar Rp 450 ribu. Kelemahannya justru di usia sepul gulungan sendiri. Masa pakainya susah diprediksi. 


Ambil Magnet Honda Tiger

Akibat susah menganut sistem Honda Grand, mekanik berkreasi lagi dengan mencomot magnet berikut sepul komplet Honda Tiger. Saat sepul putus, beli dan mesin hidup lagi. Nggak perlu repot, ke tukang dinamo untuk gulung spul.

Wajib bikin dudukan sepul lagi agar bisa masuk ke bak magnet asli CB100 dan bubut sisi dalam magnet biar nggak mentok crankcase. Alternatif lain magnet plus sepul lengkap Astrea Grand juga bisa dijajal di mesin CB100.

Masih dengan jurus pulser di crankcase tapi kali ini spul pengapian asli CB100 sama sekali tidak diubah. Cukup comot CDI Shogun 110 jenis DC, konsekuensinya harus pasang aki dan kiprok baru 12 volt. Api lumayan stabil tuh, belanja rada lumayan, tembus di angka Rp 700 ribu.

Syarat utama magnet tidak boleh bergesekan sama sekali ke sepul, nyenggol dikit mesin susah hidup. Kondisi kruk as harus balans nggakboleh oleng.


Comot punya GL Pro series

Kalau cara paling praktis justru comot pengapian komplet GL-Pro keluaran 1986 hingga 1994 atau GL100 keluaran 1990 ke atas. Dari magnet, pulser, bak magnet, sepul dan CDI gampang sekali masuk ke mesin CB100.

Kendalanya spare part ini rada susah dilacak di toko onderdil atau bahakn tukang loak. Alternatif lain comot komponen pengapian serupa versi KW-2 yang cuma Rp 450 ribu. Tapi ambil pulser dan CDI asli Honda, namun bisa bengkak sampai Rp 700 ribu

Pendekatan yang paling baik adalah praktek dan praktek, karena praktek adalah seribu gambar dan seribu kata, selamat mencoba.

[Read More...]


ROMBAK MESIN CB 100 CC MENJADI 150 CC ATAU 200 CC




Mesin asli yang cuma 99 CC bisa di upgrade menjadi 160 atau 200 CC, bahkan lebih dengan mengadopsi motor lain. Seperti Blok Kop menggunakan Mega Pro, Piston dan Ring mencomot Mega/GL Pro. Bagi anda yang belum berpengalaman silahkan ke bengkel CB yang sudah teruji kehandalannya. Sebagi informasi kami hadirkan kumpulan Gambar Modifikasi Motor Honda CB100 Tangki CB 125 175 Twin Terbaru 2012, dibawah ini.

Diatas merupakan model tangki honda cb yang bisa anda beli atau pesan online melalui FB dan media lainnya yang sudah banyak bertebaran di internet. Sebagai gambaran part dan aksesoris yang bisa diaplikasikan saat memodif Honda CB 100, agar kesan gahar dan klasik makin berasa.


Bahan GL PRO Neotech
Engine Area:
Blok Kop - Mega Pro 2008
Blok Silinder - Phantom
Piston+Ring - Mega/GL Pro OZ 0.25
Bandul Kruk As - Tiger Revo 2011
Dobel Stater - Tiger Revo 2010
House Kopling, (Gigi Primer Skunder) - Tiger Revo
Karburator - PE 28 KW 1
CDI - Shindengen (Original Shogun 1996)
Body Area:
Head Lamp - Suzuki Twin Ori
Stang Stir - GL100
Holder : Megapro 2008
Tangki - CB125 Twin (repro)
Spatbor (depan belakang) - CB 125 modifikasi
Breake - Depan Supra 125 Ori, Belakang Satria FU KW
Velg - DID 2.15/17, 2.50/17
Ban - 80/90-17, 100/70-17 (Mizzle)
Piringan Cakram - Yoshimura
Dudukan Lampu Belakang - Suzuki A100
Stop Lamp - Yamaha Byson
Lampu Sein - CB100 KW
Knalpot - Tiger Revo
Kotak Tempat Aki - Filter Binter GTO Modifikasi
Footsep Belakang - Supra Fit Modifikasi
Shockbreaker depan - Tiger Revo (Segitiga + Linggisan Megapro 2008)
Shockbreaker belakang - Mega Pro 2008

SALAM BLAAAAAAAAAAAAAR BLAAAAAAAAAAAAR
[Read More...]


ROMBAK GL 100 MENJADI CB



Untuk memodifikasi motor memang menjadi hobiku sekarang ini, hasrat untuk memodif motor agar menjadi sebuah motor cantik memang sudah tidak dapat terbendung lagi sehingga alih-alih hanya sekedar coba-coba dan sekarang motor yang dulunya hanya tersimpan di gudang bisa menjadi motor paling cantik untuk dilihat. honda GL 100 yang hanya tersimpan di gudang awalnya merupakan motor andalan keluarga kami apabila melakukan perjalanan jauh, namun apa daya dengan adanya motor baru yang dibeli membuat motor GL 100 menjadi terabaikan dan akibatnya hanya menjadi salah satu penghuni gudang.
jenuh dengan motor yang kupakai setiap hari, akhirnya aku memtuskan untuk memodifikasi motor GL 100, konsep awalnya dari modofikasi GL 100 tersebut pada awalnya ingin mengambil modif jap style namun karena terlalu ribet pada akhirnya berganti menjadi aliran modifikasi klasik dengan mengambil konsep CB 100 dan tanpa disangka-sangka akhirnya motor GL 100 yang hanya penghuni gudang menjadi seperti yang anda lihat di bawah.

   
GL 100
GL 100













Salam cb mania BLAAAAAR.... BLAAAAAAR
[Read More...]


Sejarah Honda CB Indonesia



Honda cb adalah motor klasik produksi honda memang banyak salah satunya Honda CB dengan diproduksi berbagai tipe kapasitas mesin dari 100 cc sampai 125 cc menjadikan motor Honda CB dulu banyak digemari dengan merk Honda yang sudah mulai mendapatak respon positif sebagai produksi motor yang berkualitas.
Honda CB pertama kali masuk ke Indonesia tahun 1971 dengan kode Honda CB 100 K1 oleh PT Federal Motor karena perusahaan tersebut memang baru didirikan 11 Juni 1971. Sebelum CB, tipe sepeda motor yang pertama kali di produksi AHM adalah tipe bisnis S 90 Z bermesin  4 tak dengan kapasitas 90cc.  Memproduksi disini sebenarnya hanya merakit, karena pada saat itu PT Federal Motor masih mengimpor komponennya dari Jepang dalam bentuk CKD (completely knock down).
Kebijakan pemerintah dalam hal lokalisasi komponen otomotif mendorong PT Federal Motor memproduksi berbagai komponen sepeda motor di dalam negeri melalui beberapa anak perusahaan, diantaranya;
PT Honda Federal (1974) memproduksi komponen-komponen dasar sepeda motor Honda seperti rangka, roda, knalpot dsb.
PT Showa Manufacturing Indonesia (1979) khusus memproduksi peredam kejut
PT Honda Astra Engine Manufacturing (1984) memproduksi mesin sepeda motor
PT Federal Izumi Manufacturing (1990) khusus memproduksi piston
Pada tahun 2000 PT Federal Motor dan anak-anak perusahaan di-merger menjadi satu dengan nama PT Astra Honda Motor, dengan komposisi saham 50% PT Astra International Tbk dan 50% Honda Motor Co. Japan.
Saat ini AHM memiliki 3 fasilitas pabrik perakitan ;
Pabrik pertama berlokasi Sunter, Jakarta Utara yang berfungsi sebagai kantor pusat.
Pabrik kedua berlokasi di Pegangsaan Dua, Kelapa Gading.
Pabrik ketiga sekaligus pabrik paling mutakhir berlokasi di kawasan MM 2100 Cikarang Barat, Bekasi.  Pabrik ini merupakan fasilitas pabrik perakitan terbaru yang mulai beroperasi sejak tahun 2005.
Pada tahun 2007, AHM menempati ranking pertama penjualan sepeda motor di Indonesia dan tingkat ASEAN dengan produksi ke-20 jutanya.  Pada tingkat dunia, AHM menempati ranking 3 setelah pabrik sepeda motor Honda di Cina dan India.
Ada banyak tipe CB yang dikeluarkan Honda tetapi tidak semua tipe tersedia di tiap negara.  Di Indonesia, jenis CB yang diintroduksi adalah CB 100cc, 125 cc, 175 cc, dan 200 cc.  Tiga tipe terakhir tersedia pula dalam silinder ganda, namun di Indonesia CB100 dan CB 125 mesin tunggal lebih populer karena harganya yang murah, perawatannya mudah, dan fleksibel untuk dimodifikasi.  Honda CB 100 K1 masuk Indonesia tahun 1971, sedangkan Honda CB 100 K2 masuk Indonesia tahun 1972.  Dalam kurun waktu satu dasa warsa (1971-1981) jumlah total penjualan Honda CB di tanah air mencapai 600 ribu unit.


Untuk bisa memodifikasi Motor Honda CB mungkin hal yang diperhatikan secara khusunya pada bagian mesinya, karena measih menggunakan mesin lama perlu diganti dengan mesin yang baru dan lebih berternaga agar dijalanan tetap bisa bersaing dengan motor era sekarang.

Untuk tampilan desainya tetap harus dipertahankan desain klasik pada motor Honda CB karna klasik itu sebagai identitas yang bernilai seni dan memiliki unsur sejarah yang panjang khusunya pada Honda CB ini.
Gambar Modifikasi Motor CB 100

Gambar Modifikasi Motor CB 100
Gambar Modifikasi Motor CB 100
[Read More...]


 
Return to top of page Copyright © 2014 | White Theme Blog by Bocah 1922